Ibu Fony

Ibu Yayu
January 9, 2018
Show all

Ibu Fony

Nama Anak: Embun

Peserta Kirkas Tahti.

Meski pikiran saya memilih sekolah konvensional, namun naluri saya lebih memilih melihat kenyamanan & keterbukaan anak saya ketika bermain dan belajar di trial Kirkas Tahti. Di Kirkas, kami (saya dan anak) mengenal kehendak anak yang seimbang (tidak melulu harus mengalah, melainkan berhak menyatakan kehendak pribadi yg belum tentu sepaham dgn temannya). Anak-anak belajar menyatakan pendapat dengan komunikasi berkonteks positif, dengan penjelasan sebab akibat yang real namun singkat sesuai usia masing-masing (bukan dengan menakut-nakuti/berbohong). Dan masih banyak hal positif & menarik lainnya yang bisa saya dan anak saya rasakan melalui pembelajaran di Kirkas Tahti. Bukan hanya anak anak yang belajar, saya pribadi juga belajar melalui kakak-kakak pembimbing di Kirkas Tahti.

Melalui bermain sambil belajar, anak-anak menyerap informasi/ilmu lebih cepat. Di Kirkas Tahti bukan hanya sistem belajar sambil bermain, tapi juga mengutamakan minat/ketertarikan anak dalam menyampaikan materi pendidikan. Ini hal yang baru dan menarik bagi saya pribadi.
Penyampaian materi pendidikan juga sering melalui kegiatan praktik yang menarik bagi anak-anak, seperti mengenalkan gambar bentuk dengan kegiatan membuat topi yg berhiaskan bentuk bintang, lingkaran, wajik dsb. Metode active learning seperti itu yang menarik dan lebih mudah dicerna oleh anak saya.

//]]>